Live!

Kisah Kelahiran Nabi Muhammad dan Persusuan Beliau

















Pada ceramah sebelumnya, kita telah sampai pada hari lahirnya Nabi Muhammad SAW kemudian tentang kisah persusuan Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah  S.A.W.  lahir pada tahun Fiil, pada bulan Rabi’ul Awal, walaupun ada pendapat lain yang menyebutkan lahir pada bulan Ramadhan, tapi yang rajih (lebih kuat) adalah bulan Rabi’ul Awal. Adapun tanggalnya ada 4 pendapat, ada yang menyebutkan beliau lahir pada 2 Rabi’ul Awal, 8 Rabi’ul Awal, 10 Rabi’ul Awal, dan 12 Rabi’ul Awal. Belum ada kesepakatan antara pendapat tersebut, tapi pendapat yang masyhur / terkenal (bukan yang kuat / rajih), bahwa beliau lahir pada 12 Rabiul Awwal. Hari kelahiran beliau yang pasti adalah Senin, itu adalah yang pasti, berdasarkan hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, ketika Rasulullah  S.A.W.  ditanya tentang kenapa kita berpuasa di hari Senin:




فيه ولدت وفيه أنزل علي
 
“Di hari Senin itulah aku dilahirkan, dan di hari Senin pula aku pertama kali diberi wahyu (oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala).”

Kisah yang disampaikan pada bagian ini, mulai dari kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW hingga persusuan beliau, termasuk peristiwa / kisah pembelahan dada Nabi Muhammad SAW oleh Malaikat Jibril.
Nabi Muhammad SAW (setelah persusuan bersama ibu susu, Halimatus Sa’diyah) tinggal bersama ibu kandungnya sampai berumur 6 tahun. Namun, setelah Rasulullah  S.A.W. tinggal bersama ibu kandungnya, Aminah, ia ingin mengajak anaknya untuk menziarahi kubur ayahnya di Madinah. Beliau pergi dengan jarak sekitar 500 kilometer bersama anaknya, Muhammad, juga pembantunya, Ummu Aiman, serta kakeknya, Abdul Muththalib. Lalu tinggal di Madinah sekitar 1 bulan. Setelah itu, tatkala kembali ke Makkah, ibunda beliau meninggal, yaitu di Abwa’, antara Makkah dan Madinah.

Mari simak selengkapnya penjelasan mengenai ceramah Faedah Sirah Nabawiyah: Kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW dan persusuan beliau – bagian ke-2 – hingga meninggalnya ibunda Nabi, Aminah – Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A.


Tentang Puasa Muharram

Ummatal Islam,

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan banyak kenikmatan demi kenikmatan, segala puji bagi Allah yang telah banyak menurunkan kepada kita banyak karunia demi karunia. Diantara karunia yang Allah berikan kepada kita yaitu kita masuk di awal tahun hijriah di bulan Muharram ini.

Dan Subhanallah, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan awal tahun hijriah itu bulan haram, dan menjadikan akhir tahun hijriah pun bulan haram. Diawali tahun hijriah dengan bulan Muharram dan diakhiri dengan bulan Dzulhijjah. Keduanya adalah bulan haram, seakan memberikan kepada kita sebuah isyarat agar memulai tahun dengan kebaikan dan mengakhiri tahun dengan kebaikan. Karena bulan-bulan haram merupakan bulan-bulan kebaikan, Allah berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

Sesungguhnya jumlah bulan ketika Allah menciptakan langit dan bumi adalah dua belas bulan, di antaranya empat bulan haram.” (QS. At-Taubah[9]: 36)

Kita memulai tahun ini dengan bulan Muharram, dimana bulan Muharram adalah bulan yang Allah istimewakan. Diantara keistimewaan bulan Muharram, Allah menamainya sebagai bulan Allah. Rasulullah  bersabda:

شَهْرُ اللَّهِ المُحَرَّمُ

“Bulan Allah Muharram” (HR. Muslim)

Allah menyebutkan bahwa Muharram itu bulan Allah. Itu menunjukkan betapa agungnya bulan ini. Bulan Muharram yang Allah haramkan atas kita semua. Sebagaimana kita sering mendengar penjelasan dari para asatidzah bahwa di bulan-bulan haram, amalan-amalan keburukan dilipatgandakan menjadi besar. Karena Allah mengatakan dalam Al-Qur’an:

فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

Jangan kalian mendzalimi diri-diri kalian sendiri di bulan-bulan haram tersebut.” (QS. At-Taubah[9]: 36)

Artinya berbuat dzalim di bulan itu akan Allah lipat gandakan, Allah besarkan dosanya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.


freepik.com



Baca Juga : Malam Lailatul Qadar

Demikian pula amalan shalih pun dibesarkan pahalanya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Diantara amalan yang bisa kita amalkan di bulan Muharram, saudaraku. Yaitu yang disebut dengan puasa ‘Asyura. Dimana puasa ‘Asyura kata Rasullullah S.A.W. :

يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَة

“Puasa ‘Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)

Subhanallah.. betapa agungnya puasa ini. Bahkan di awal-awal Islam, ketika Allah belum diwajibkan puasa Ramadhan, puasa ‘Asyura itu termasuk puasa yang diwajibkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’al kepada kaum muslimin.

Akan tetapi ketika Allah mewajibkan bulan Ramadhan, Allah menjadikan puasa ‘Asyura sesuatu yang tidak wajib. Namun Rasullullah S.A.W.  menekankan kita untuk berpuasa di hari itu dan menyebutkan keutamaannya yang agung sebagaimana kita telah sampaikan tadi.

Maka dari itulah saudaraku.. Orang-orang yang mengingikan kebaikan, orang-orang yang menginginkan agar dosanya digugurkan, ini adalah kesempatan emas untuk kita digugurkan dosa-dosa kita setahun yang lalu.


Mari Simak selengkapnya penjelasan mengenai Tentang Puasa Muharram disampaikan dalam Khutbah Jumat Bulan Muharram Tentang Puasa Muharram oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. :




Hikmah Qurban - Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail








Beberapa hari lagi seluruh umat Islam di dunia merayakan sebuah perayaan yang agung. Yaitu perayaan Idul Adha. Mengingatkan kepada kita sebuah kisah yang besar yang Allah Subhanahu wa Ta’ala kisahkan di dalam Al-Qur’an. Kisah penyembelihan yang agung, penyembelihan yang dilakukan oleh Nabi dan kekasih Allah -yaitu Nabi Ibrahim ‘Alaihish Shalatu was Salam- yang diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih anak kesayangannya, anak yang telah ia tunggu bertahun-tahun. Namun ternyata ketika diberikan oleh Allah anak, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknya.
Hati siapa yang tidak akan merasa bersedih ketika ia diperintahkan untuk menyembelih anak yang paling ia sayangi? Hati siapa yang tidak akan merasa berat menghadapi perintah yang sangat pahit seperti itu?

Namun itulah saudaraku..
Keimanan yang berbicara, ketundukan dan kepatuhan (taslim) yang sangat sempurna kepada Allah Rabbul Izzati wal Jalalah. Ketika Nabi Ibrahim mengemukakan mimpinya itu kepada anaknya yang bernama Ismail:

إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَىٰ
Wahai anakku, aku melihat dalam mimpiku bahwa aku menyembelih engkau, bagaimana pendapatmu, nak?” (QS. Ash-Shaffat[37]: 102)

Apa jawabannya?
يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِن شَاءَ اللَّـهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
Wahai ayahku, lakukan saja apa yang diperintahkan oleh Allah kepadamu. Engkau akan mendapati aku insyaAllah termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. Ash-Shaffat[37]: 102)

Subhanallah.. Kisah yang sangat agung, saudaraku.. Ini menggambarkan betapa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail adalah dua Nabi yang sangat tunduk kepada Allah.





Baca Juga : Istiqomah Beribadah Setelah Ramadhan


Ummatal Islam, ...

Allah memerintahkan kita segala macam perintah, semua ujian untuk kita, agar Allah melihat siapa yang mau tunduk kepadaNya dan siapa yang membangkang dan bersombong diri. Terkadang ujian Allah adalah perkara sesuatu yang sangat kita tidak sukai. Yang terkadang seorang hamba dengan ujian-ujian itu timbul di hatinya berburuk sangka kepada Rabbnya. Itulah kadar keimanan dia, saudaraku.


Mari Simak selengkapnya penjelasan mengenai Hikmah Qurban - Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. :




<<SUMBER


Istiqomah Beribadah Setelah Ramadhan

Setelah kita selesai bulan Ramadhan, kita melaksanakan puasa sebulan penuh, segera kita pun melaksanakan puasa berikutnya yaitu puasa Syawal dan amalan-amalan shalih yang lainnya. Dan ini adalah pendapat kebanyakan para ulama tafsir. Dan dua pendapat tersebut sebetulnya tidak bertentangan sama sekali. Karena orang yang mencari dunia tiada lain adalah untuk mencari kehidupan akhirat apabila ia niatkan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Seseorang yang mencari nafkah, kalau ia tujuannya adalah untuk mencari nafkah yang Allah wajibkan kepada dia, untuk menafkahi anak dan istrinya maka itu menjadi pahala di sisi allah Subhanahu wa Ta’ala. Seorang yang melakukan perbuatan yang sifatnya duniawi, apabila itu memang tujuannya karena Allah, di jalan Allah dan sesuai dengan syariat Allah, maka itu bernilai ibadah di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.



















Baca Juga : Keutamaan bulan sya’ban


Manusia, Allah ciptakan untuk ibadah. Maka kita berusaha untuk berpindah dari satu ibadah kepada ibadah berikutnya. Apabila kita telah selesai dalam ibadah mencari nafkah, kita berusaha mencari ibadah yang lainnya. Yaitu dengan berusaha banyak berdzikir kepada Allah, dengan shalat, dengan membaca Qur’an dan yang lainnya. Apabila kita telah selesai di bulan Ramadhan ini, Alhamdulillah. Dengan karunia dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, segera kita bersiap-siap menuju ibadah berikutnya. Yaitu berpuasa di bulan Syawal. Kemudian setelah Syawal, berikutnya kita akan menjelang bulan-bulan haram, Dzulhijjah, Dzulqa’dah dan Muharram. Tiga bulan haram yang sangat mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang sangat diperintahkan kita untuk banyak berbuat kebaikan di dalamnya.



Mari Simak selengkapnya penjelasan mengenai Istiqomah Beribadah Setelah Ramadhan rekaman khutbah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.:



<<SUMBER


Malam Lailatul Qadar


Salah satu permasalahan yang sangat penting adalah Lailatul Qadar, suatu malam yang merupakan impian setiap muslim untuk bisa beribadah di malam tersebut dan berusaha mendapatkan keberkahan. Malam yang Allah menyebutnya lebih baik dari seribu bulan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ، لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
 “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS Al-Qadr [97]: 1-3)

 












(Foto oleh Sindre Strøm)



Maknanya adalah barangsiapa yang beribadah di malam tersebut, baik itu shalat malam, bertilawah Al-Quran, atau ibadah yang lainnya di malam tersebut, maka ibadahnya lebih baik daripada ia beribadah selama seribu bulan yang tidak ada lailatul qadarnya. Ini merupakan karunia yang Allah berikan kepada kaum muslimin.

Baca Juga : Keutamaan bulan sya’ban


Oleh karenanya kaum muslimin senantiasa berusaha dan berlomba-lomba untuk bisa menggapainya.

Mari Simak selengkapnya penjelasan mengenai Malam Lailatul Qadar dalam rekaman kajian Mutiara Sahur bersama Ustadz Abu ‘Abdil Muhsin Firanda Andirja, M.A.:


 <<SUMBER

Nuzulul Qur’an

Bulan Ramadhan adalah bulan istimewa karena di dalamnya diturunkan Al-Qur’an kepada Rasulullah sebagai Mukjizat terbesar.  Sehingga Ramadhan juga disebut Syahrul Qur’an.
Peringatan terhadap turunnya Al Qur’an diwujudkan oleh masyarakat dalam berbagai acara di Indonesia dan umumnya peringatan Nuzulul Qur’an diadakan setiap malam ke-17 Ramadhan.

Terlepas dari itu semua yang terpenting bagi kita adalah bagaimana bisa memahami secara umum tentang proses turunnya Al-Qur’an sehingga dapat mengambil ilmu dan faedah darinya.














(Foto oleh Tayeb MEZAHDIA)


Terdapat beberapa ayat yang saling berkaitan yang menjelaskan turunnya Al-qur’an, yaitu:



شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (Al-Baqarah:185)

Ayat ini adalah dalil bahwa Al Qur’an pertama kali diturunkan di bulan Ramadhan. Sebagaimana ayat lain:


إِنَّا أَنزلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
“Sesungguhnya kami turunkan ia (Al Qur’an) di malam lailatul qadr.” (QS. Al Qadr: 1)
Juga firman Allah Ta’ala:


إِنَّا أَنزلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ
“Sesungguhnya kami turunkan ia (Al Qur’an) di malam yang penuh keberkahan” (QS. Ad Dukhan: 3)


Baca Juga : Dibalik Peristiwa Isra Mi'raj yang Jarang Kita Ketahui



Imam Ibnu Katsir memaparkan, “Allah Ta’ala memuji bulan Ramadhan diantara bulan-bulan lainnya. Yaitu dengan memilihnya sebagai bulan diturunkannya Al Qur’an Al Azhim” (Tafsir Ibnu Katsir, 1/501)

Berdasarkan ayat-ayat diatas maka tidak ada perbedaan dikalangan para ulama bahwa al-qur’an diturunkan pada malam lailatul qadr. Namun terdapat penjelasan terhadap ayat-ayat diatas karena secara zahir bertentangan dengan realitas kehidupan Rasulullah S.A.W. , dimana diturunkan Al-qur’an selama 23 tahun.

Berikut ini penjelasan Syeikh Manna Al-Qatthan dalam Kitabnya Mabahits fi Ulumil Qur’an dalam artikel berikut : Nuzulul Qur’an, Mengenal Turunnya Al-Qur’an :




<<SUMBER



Marhaban Yaa Ramadhan

Bulan Ramadan merupakan bulan yang paling utama bagi umat islam diseluruh dunia. Pada bulan ini umat islam berkewajiban untuk melaksanakan puasa selama satu bulan penuh.
InsyaAlloh beberapa hari lagi kita semua akan memasuki bulan yang paling ditunggu oleh umat islam.

Ketentuan Waktu Buka Puasa
Secara umum jadwal berbuka puasa adalah ketika adzan magrib sudah berkumandang. Namun untuk tepatnya pukul berapa setiap hari pasti ada perbedaan, selain itu jadwal buka puasa Jakarta dengan jadwal buka puasa Surabaya memiliki selisih waktu. Meskipun selisihnya tidak banyak, namun waktu berbuka puasa antar kota di Indonesia pasti berbeda-beda.

Ketentuan Waktu Imsakiyah
Imsakiyah adalah batasan waktu untuk berhenti melakukan makan dan minum waktu sahur. Biasanya orang-orang banyak mengakhirkan waktu sahur, tujuannya agar tidak cepat lapar. Agar Anda tidak kebablasan melewati waktu imsak, Anda perlu tahu kira-kira jam berapa waktu imsak. Untuk beberapa daerah masjid-masjid akan memberikan pengumuman saat memasuki waktu imsak.

Berikut Jadwal Magrib - Imsakiyah Wilayah Bandung 2020



Namun untuk bulan puasa tahun ini sedikit berbeda karena adanya wabah pandemi virus Corona atau Covid 19. Tidak hanya di Indonesia saja, tetapi seluruh dunia juga terkena wabah Corona, semoga kita semua selalu diberikan kesehatan untuk melaksanakan puasa Ramadan 1441H dan ibadah-ibadah lainnya.


Baca Juga : Tentang Covid-19

Tips berpuasa selama masa pandemi Covid-19 :

  • Shalat tarawih & ibadah lainnya di rumah saja.
  • Sahur & berbuka dilakukan sendiri atau dengan keluarga inti di rumah. Hindari Sahur On the Road ataupun Bukber.
  • Tidak melakukan mudik Hari Raya Idul Fitri.

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1441H. Semoga Allah SWT melindungi kita semua. Amiin




<< SUMBER


Nikmat Sehat Dan Waktu Luang

Kita melanjutkan tentang nasihat-nasihat dan wejangan-wejangan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Di sini beliau membawakan tentang kesempatan-kesempatan beramal. Dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ
“Ada dua nikmat yang tertipu padanya banyak manusia.”
Dimana dua nikmat ini sangat berharga sekali, tidak bisa diganti dengan harta yang banyak. Apa itu?
الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ
“kesehatan, waktu luang.” (HR. Bukhari)

1. Kesehatan

Manusia tidak lepas antara dia sehat atau sakit. Dan kita baru merasakan nikmatnya sehat itu saat kita sakit. Disaat itu baru kita merasa menyesal. Sakit itu adalah salah satu penghalang besar yang menyebabkan seseorang terhalang dari amal. Baik itu amal tersebut sifatnya agama maupun sifatnya duniawi. Dengan adanya sakit, apalagi sakit keras, kita tidak bisa beramal.

2. Waktu Luang

Waktu adalah sesuatu yang paling mahal dari apa yang kita miliki. Karena waktu itu sangat mahal, tidak bisa dibeli dengan harta, maka hendaknya digunakan dengan perkara yang lebih mahal dari harta, yaitu amalan yang sifatnya manfaat untuk dunia dan akhirat kita.
Sekali lagi, waktu tidak bisa dibeli oleh harta. Kalau ternyata kita gunakan untuk perkara yang lebih rendah dari harta, sayang. Karena waktu itu lebih mahal dari harta. Maka kalau begitu gunakan dalam perkara lebih mahal dari harta. Menuntut ilmu, beramal shalih, berbuat kebaikan, melakukan manfaat yang sifatnya maslahat untuk dunia maupun akhirat kita.

Mari Simak selengkapnya kajian Islam ilmiah Nasihat-Nasihat Para Sahabat yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.:

<< SUMBER

Keutamaan bulan sya’ban

Keutamaan bulan sya’ban, dia adalah bulan yang didalamnya diangkat amal-amal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan kebiasaan Rasulullah , apabila ada bulan ataupun waktu yang didalamnya diangkat amalan kepada Allah, maka beliau senantiasa berpuasa. Termasuk didalamnya bulan Sya’ban. Bulan Sya’ban diangkat amal pertahun. Maka beliau senantiasa berpuasa pada bulan Sya’ban sebagaimana hadits yang saya sudah sebutkan tadi. Ini keutamaan bulan Sya’ban. Bulan yang amalan-amalan diangkat dihadapkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.



















Baca Juga : Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1441H

 

Hikmah Memperbanyak Puasa Dibulan Sya’ban


Al-Imam Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hambali di dalam kitab beliau yang agung, yaitu kitab Lathaif Al-Ma’arif beliau menyebutkan hikmah kenapa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memperbanyak puasa dibulan Sya’ban? Kata beliau bahwa hikmah dari memperbanyak puasa dibulan Sya’ban yang mengetahui dan paling mengetahui hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan mungkin hikmahnya:
  1. Karena Rasulullah S.A.W. sangat menyukai amalannya diangkat dalam keadaan beliau sedang berpuasa.
  2. Juga hikmah yang lain mungkin merupakan latihan untuk berpuasa pada bulan Ramadhan. Sehingga nanti masuk puasa Ramadhan tidak ada kesulitan, tidak ada merasa terbebani dengan puasa Ramadhan tersebut. Akan tetapi sudah berlatih atas puasa dan sudah menjadi biasa.
  3. Ketika orang memperbanyak puasa dibulan Sya’ban, maka dia mendapatkan rasa lezat berpuasa dibulan Sya’ban. Maka ketika masuk bulan Ramadhan, dia mempunyai kekuatan dan semangat sportivitas untuk memasuki bulan Ramadhan tersebut dengan berpuasa.

Mari Simak selengkapnya kajian Islam ilmiah Keutamaan Bulan Sya’ban Yang Terlalaikan yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc :

<<SUMBER

10 Wasiat Agar Terhindar Dari Wabah

Setiap muslim wajib menyerahkan segala urusannya hanya kepada Allah ‘azza wa jalla, mengharap karunia dan pemberian hanya kepada-Nya. Bertawakal juga hanya kepada-Nya. Sebab segala urusan hanya berada di tangan-Nya, di bawah pengaturan dan kendali-Nya.


























Selengkapnya Baca/ Unduh Disini : » klik : DOWNLOAD

Dalam menghadapi berbagai musibah yang menimpa hendaknya ia benar-benar berusaha untuk bersabar dan mengharap pahala. Sebab Allah ‘aza wa jalla telah menjanjikan pahala yang melimpah bagi siapa saja yang bersabar dan mengharap pahala.

Mari simak selengkapnya kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr :

<< SUMBER

Tentang COVID-19

Apa Itu COVID-19

Pneumonia Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 adalah penyakit peradangan paru yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Gejala klinis yang muncul beragam, mulai dari seperti gejala flu biasa (batuk, pilek, nyeri tenggorok, nyeri otot, nyeri kepala) sampai yang berkomplikasi berat (pneumonia atau sepsis).



<<SUMBER INFOGRAFIS






 




Bagaimana COVID-19 Menular

Cara penularan SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ialah melalui kontak dengan droplet saluran napas penderita. Droplet merupakan partikel kecil dari mulut penderita yang mengandung kuman penyakit, yang dihasilkan pada saat batuk, bersin, atau berbicara. Droplet dapat melewati sampai jarak tertentu (biasanya 1 meter).
Droplet bisa menempel di pakaian atau benda di sekitar penderita pada saat batuk atau bersin. Namun, partikel droplet cukup besar sehingga tidak akan bertahan atau mengendap di udara dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, orang yang sedang sakit, diwajibkan untuk menggunakan masker untuk mencegah penyebaran droplet. Untuk penularan melalui makanan, sampai saat ini belum ada bukti ilmiahnya.


<<SUMBER

Dibalik Peristiwa Isra Mi'raj yang Jarang Kita Ketahui

    Sebelumnya...













    4. ALLAH SWT Tidak Butuh Tempat

    Nabi Muhammad SAW berbicara dengan ALLAH SWT di atas Mustawa. Namun jangan berangan-angan bahwa ALLAH SWT ada di atas langit sana. Maka yang perlu diketahui bahwa atas mustawa bukan tempat ALLAH SWT, melainkan tempat Nabi Muhammad SAW. Karena ALLAH SWT tidak butuh tempat, maka jangan dikatakan ALLAH SWT di atas. Sebab atas dan bawah merupakan ciptaan ALLAH SWT. 


    5. Rasullullah S.A.W. Bertemu Para Nabi dan Rasul

    Nabi Muhammad SAW dalam keadaan hidup bertemu dengan para Nabi dan Rasul yang telah meninggal dunia dan berdialog. Itu adalah mukjizat dan yang dipahami para ulama bahwa orang yang hidup saat ini. Bisa saja bertemu dengan Nabi Muhammad SAW sebagai karomah yang diberikan oleh ALLAH SWT terhadap orang tersebut. Akan tetapi yang perlu diperhatikan bahwa berdusta atas nama Nabi Muhammad SAW adalah dosa besar dan ancamannya adalah neraka jahannam. Orang yang mengaku bertemu Nabi Muhammad SAW atau bermimpi bertemu Nabi Muhammad SAW dengan dusta, maka tempatnya adalah neraka Jahannam.

    Semoga ALLAH SWT mempertemukan kita dengan pujaan hati kita Nabi Muhammad SAW di lahir dan batin kita di dunia, di alam barzah, di padang makhsyar dan di surga ALLAH SWT. Aamiin.


    Baca Juga : Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1441H


    Rasullullah S.A.W. Suri Tauladan Bagi Umat di Dunia

    Nabi Muhammad SAW telah diutus oleh ALLAH SWT sebagai seorang rasul dan pemimpin bagi umat Islam. Rasulullah SAW memiliki segala keistimewaan dan berbagai rahmat untuk menuntun umat menuju jalan lurus yang diberkahi oleh ALLAH SWT. Kebaikannya yang mengharukan diiringi dengan akhlak yang mulia, sehingga menjadi suri tauladan bagi umat di dunia.


    << SUMBER

    Dibalik Peristiwa Isra Mi'raj yang Jarang Kita Ketahui

    Sebelumnya...












    Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui di dalam peristiwa Isra Miraj :


    1. Rasullullah S.A.W. Naik ke Atas Langit dengan Ruh dan Badannya
    Nabi Muhammad SAW diperjalankan oleh ALLAH SWT hingga ke atas langit dengan badan dan ruhnya. Dan badan nabi Muhammad SAW masih tetap dalam bentuk aslinya, tidak berubah menjadi cahaya.

     2. Pemahaman Kewajiban Sholat
    Perayaan Isra Miraj maknanya adalah mengagungkan dan menghidupkan Sunnah Nabi Muhammad SAW, karena perayaan Isra Miraj akan selalu mengangkat tema kisah Isra Miraj Nabi, dengan pembahasan panjang lebar dan ditekankan pada pemahaman kewajiban sholat.


    Baca Juga : Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1441H


    3. Rasullullah S.A.W. Melihat ALLAH SWT dengan Mata Hatinya
    Ketika Nabi Muhammad SAW dimi’rajkan oleh ALLAH SWT (diangkat keatas langit ketujuh). Disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW berbicara langsung dengan ALLAH SWT. Namun menurut jumhur ulama bahwa Nabi Muhammad SAW saat itu tidak melihat ALLAH SWT dengan mata kepala beliau, akan tetapi melihat ALLAH SWT dengan mata hatinya.
    Selanjutnya : 4. ALLAH SWT Tidak Butuh Tempat

    Dibalik Peristiwa Isra Mi'raj yang Jarang Kita Ketahui


    Peristiwa Isra Miraj adalah kejadian yang luar biasa atau mu’jizat yang diberikan oleh ALLAH SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Terdapat banyak hikmah serta ilmu yang luar biasa bagi orang yang merenunginya.
    Peristiwa Isra’ disebutkan oleh ALLAH SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 1.

    سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ 

    " Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat."

    Baca Juga : Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1441H


    Sedangkan perisitiwa Mi’raj disebutkan dalam riwayat-riwayat yang shohih diantaranya riwayat yang disebutkan Imam Bukhori dan Imam Muslim dalam hadis panjang yang menceritakan tentang perjalanan Nabi Muhammad SAW saat Isra Miraj.

    Apa itu Isra Miraj? Mari kita terjemahkan satu persatu, Isra’ adalah berjalan malam hari dari Mekkah ke Baitul Maqdis (Palestina) dan Mi’raj adalah naik ke langit, hingga ke langit ketujuh dan bahkan hingga ke tempat yang lebih tinggi, yaitu Sidratil Muntaha dan Mustawa.
    Isra dan Miraj dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dengan ditemani oleh Malaikat Jibril setahun sebelum beliau Hijrah dari Mekkah ke Madinah, yaitu malam Senin 27 Rajab tahun 621 M.






















    Selanjutnya : Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui di dalam peristiwa Isra Miraj.

    Pilihan

    Terbaru

    Meraih Taqwa Melalui Ibadah Qurban ( Idul Adha 1445H )

                              InsyaAllah sudah masuk bulan Dzulhijjah. Dengan ditetapkannya awal Dzulhijah ini, maka Hari Raya Idul Adha 1445 H ...

    IMAAM QU'RAN RECITATION ( Sheikh Maher Al Muayqili ByHaramain Recordings )