Kita melanjutkan tentang nasihat-nasihat dan wejangan-wejangan
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Di sini beliau membawakan
tentang kesempatan-kesempatan beramal. Dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu
‘Anhu, ia berkata bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ
“Ada dua nikmat yang tertipu padanya banyak manusia.”
Dimana dua nikmat ini sangat berharga sekali, tidak bisa diganti dengan harta yang banyak. Apa itu?
الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ
“kesehatan, waktu luang.” (HR. Bukhari)
1. Kesehatan
Manusia
tidak lepas antara dia sehat atau sakit. Dan kita baru merasakan
nikmatnya sehat itu saat kita sakit. Disaat itu baru kita merasa
menyesal. Sakit itu adalah salah satu penghalang besar yang menyebabkan
seseorang terhalang dari amal.
Baik itu amal tersebut sifatnya agama maupun sifatnya duniawi. Dengan
adanya sakit, apalagi sakit keras, kita tidak bisa beramal.
2. Waktu Luang
Waktu adalah sesuatu yang paling mahal dari apa yang kita miliki.
Karena waktu itu sangat mahal, tidak bisa dibeli dengan harta, maka
hendaknya digunakan dengan perkara yang lebih mahal dari harta, yaitu
amalan yang sifatnya manfaat untuk dunia dan akhirat kita.
Sekali
lagi, waktu tidak bisa dibeli oleh harta. Kalau ternyata kita gunakan
untuk perkara yang lebih rendah dari harta, sayang. Karena waktu itu
lebih mahal dari harta. Maka kalau begitu gunakan dalam perkara lebih
mahal dari harta. Menuntut ilmu, beramal shalih, berbuat kebaikan,
melakukan manfaat yang sifatnya maslahat untuk dunia maupun akhirat
kita.
Mari Simak selengkapnya kajian Islam ilmiah
Nasihat-Nasihat Para Sahabat yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.:
<< SUMBER