Live!

Tampilkan postingan dengan label Qamariyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Qamariyah. Tampilkan semua postingan

8 Golongan yang Berhak Menerima Zakat Fitrah

 

 
 

 

 

 

 

 

 


 

 

Perintah membayar zakat diwajibkan kepada setiap umat Islam yang mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari secara layak. Bagi muslim yang tidak mampu mencukupi biaya hidup, mereka tidak wajib membayar zakat, sebaliknya, mereka malah harus diberikan zakat.

Siapa saja orang-orang yang berhak menerima zakat?

  1. Fakir ialah orang-orang yang memiliki harta namun sangat sedikit. Orang-orang ini tak memiliki penghasilan sehingga jarang bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan baik. 
  2. Miskin
    Di atas fakir, ada orang-orang yang disebut miskin. Mereka adalah orang-orang yang memiliki harta namun juga sangat sedikit. Penghasilannya sehari-hari hanya cukup untuk memenuhi makan, minum dan tak lebih dari itu. 
  3. Amil
    Mereka adalah orang-orang yang mengurus zakat mulai dari penerimaan zakat hingga menyalurkannya kepada orang yang membutuhkan. 
  4. Mu'allaf
    Orang yang  baru masuk Islam atau mu'allaf juga menjadi golongan yang berhak menerima zakat. Ini bertujuan agar orang-orang semakin mantap meyakini Islam sebagai agamanya, Allah sebagai tuhan dan Muhammad sebagai rasulNya. 
  5. Riqab / Memerdekakan Budak
    Di zaman dahulu, banyak orang yang dijadikan budak oleh saudagar-saudagar kaya. Inilah, zakat digunakan untuk membayar atau menebus para budak agar mereka dimerdekakan. Orang-orang yang memerdekakan budak juga berhak menerima zakat.
  6. Gharim (Orang yang Memiliki Hutang)
    Gharim merupakan orang yang memiliki hutang. Orang yang memiliki hutang berhak menerima zakat. Namun, orang-orang yang berhutang untuk kepentingan maksiat seperti judi dan berhutang demi memulai bisnis lalu bangkrut, hak mereka untuk mendapat zakat akan gugur. 
  7. Fi Sabilillah
    Yang dimaksud dengan sabilillah adalah segala sesuatu yang bertujuan untuk kepentingan di jalan Allah. Misal, pengembang pendidikan, dakwah, kesehatan, panti asuhan, madrasah diniyah dan masih banyak lagi. 
  8. Ibnu Sabil
    Ibnu Sabil disebut juga sebagai musaffir atau orang-orang yang sedang melakukan perjalanan jauh termasuk pekerja dan pelajar di tanah perantauan.  

 

SUMBER https://indonesiabaik.id/infografis/8-golongan-yang-berhak-menerima-zakat-fitrah


Hadits Tentang Kisah Isra’ Mi’raj

Hadits yang ke-60 dari Malik bin Sha’sha’ah, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

بَيْنَا أَنَا عِنْدَ الْبَيْتِ بَيْنَ النَّائِمِ وَالْيَقْظَانِ-وَذَكَرَ يعنِي رَجُلاً بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ

“Ketika aku berada di sisi Ka’bah antara tidur dan bangun. Beliau menyebutkan seorang laki-laki diantara dua laki-laki.” Artinya ada malaikat yang mendatangi beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

فَأُتِيتُ بِطَسْتٍ مِنْ ذَهَبٍ مُلأن حِكْمَةً وَإِيمَانًا، فَشُقَّ مِنَ النَّحْرِ إِلَى مَرَاقِّ الْبَطْنِ، ثُمَّ غُسِلَ الْبَطْنُ بِمَاءِ زَمْزَمَ، ثُمَّ مُلِئَ حِكْمَةً وَإِيمَانًا.

“Lalu dibawakan kepadaku sebuah bejana dari emas yang dipenuhi dengan hikmah dan iman. Lalu dada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dibelah dari nahr (النَّحْرِ) sampai bawah perut, kemudian perut dicuci dengan zam-zam, kemudian dipenuhi dengan hikmah dan keimanan.”

Ini Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam hendak Isra’ Mi’raj. Kemudian sebelum Isra’ Mi’raj Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dibelek (dibelah) terlebih dahulu dan dikeluarkan hatinya dan dicuci.

Apa hikmahnya?

Kata para ulama hikmahnya adalah bahwa Rasulullah hendak bertemu dengan Allah. Karena hendak bertemu dengan Allah dalam keadaan hati yang bersih dan suci.

Atas dasar itu -kata para ulama- jika kita hendak bermunajat dengan Allah, maka kita berusaha untuk membawa hati yang bersih.

 

Bingkai Twibbon Isra Mi'raj

<<  Bingkai Twibbon Isra Mi'raj & Share di media sosial, 

Klik! berikut linknya : https://twb.nz/dkm-alhikmah05

 

 

 

 


Baca Juga : Nabi Muhammad Melihat Para Nabi Ketika Isra’ Mi’raj

 

Dalam satu riwayat dikatakan bahwa penduduk langit pun bergembira dengan kedatangan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dimana penduduk langit tidak mengetahui apa yang Allah inginkan di bumi sampai Allah memberi tahu kepada mereka.

Penduduk langit tidak tahu apa yang terjadi di bumi, karena yang mengetahui yang ghaib hanya Allah. Kalau bukan karena Allah yang memberi tahu mereka tidak tahu. Sama halnya kita yang di bumi tidak tahu apa yang dilakukan para penduduk langit.

Ini menunjukkan bahwa kedatangan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ke langit membuat gembira. Maka penduduk bumi lebih berhak bergembira dengan kedatangan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Tapi gembira itu jangan setahun sekali. Kita gembira setiap hari dengan mempelajari sunah-sunah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kita gembira setiap hari dengan mengamalkan perintah dan titah-titah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

 

Hadits Tentang Kisah Isra’ Mi’raj adalah bagian dari kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab الجمع بين صحيحين (Al-Jam’u Baina As-Sahihain) yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. . :

  
<<SUMBER



Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1442H









Berikut tabel waktu imsakiyah khusus bagi Warga Bandung, selama bulan Ramadhan 2021:







Berikut ini panduan yang tertuang dalam Surat Edaran KEMENAG-RI No 03 tahun 2021:

1. Umat Islam, kecuali bagi yang sakit atau atas alasan syar'i lainnya yang dapat dibenarkan, wajib menjalankan ibadah puasa Ramadan sesuai hukum syariah dan tata cara ibadah yang ditentukan agama;

2. Sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti;

3. Dalam hal kegiatan Buka Puasa Bersama tetap dilaksanakan, harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan;

4. Pengurus masjid/musala dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah antara lain:

a. Salat fardu lima waktu, salat tarawih dan witir, tadarus Alquran, dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas masjid/musaala dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman 1 meter antarjamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing;

b. Pengajian/Ceramah/Taushiyah/Kultum Ramadan dan Kuliah Subuh, paling lama dengan durasi waktu 15 menit.

c. Peringatan Nuzulul Quran di masjid/musala dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat;

5. Pengurus dan pengelola masjid/musala sebagaimana angka 4 (empat) wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan dan mengumumkan kepada seluruh jamaah, seperti melakukan disinfektan secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid/musala, menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing;

6. Peringatan Nuzulul Quran yang diadakan di dalam maupun di luar gedung, wajib memperhatikan protokol kesehatan secara ketat dan jumlah audiens paling banyak 50% dari kapasitas tempat/lapangan;

7. Vaksinasi Covid-19 dapat dilakukan di bulan Ramadan berpedoman pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 Saat Berpuasa, dan hasll ketetapan fatwa ormas Islam lainnya;

8. Kegiatan pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, dan shadaqah (ZIS) serta zakat fitrah oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan massa;

9. Dalam penyelenggaraan ibadah dan dakwah di bulan Ramadan, segenap umat Islam dan para mubaligh/penceramah agama agar menjaga ukhuwwah Islamiyah, ukhuwwah wathaniyah, dan ukhuwwah basyariyah, serta tidak mempertentangkan masalah khilafiyah yang dapat mengganggu persatuan umat.

10. Para mubaligh/penceramah agama diharapkan berperan memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, akhlaqul karimah, kemaslahatan umat, dan nilai-nilai kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui bahasa dakwah yang tepat dan bijak sesuai tuntunan Alquran dan As-sunnah;

11. Salat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 M dapat dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, kecuali jika perkembangan Covid-19 semakin negatif (mengalami peningkatan) berdasarkan pengumuman Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk seluruh wilayah negeri atau pemerintah daerah di daerahnya masing-masing.

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1442H. 

Semoga Allah SWT melindungi kita semua. Amiin




<< SUMBER






Nabi Muhammad Melihat Para Nabi Ketika Isra’ Mi’raj

Kita masuk hadits yang ke-62 dari Ibnu Abbas -semoga Allah meridhainya-, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda:


رَأَيْتُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي مُوسَى: رَجُلًا آدَمَ، طُوَالًا، جَعْدًا، كَأَنَّهُ مِنْ رِجَالِ شَنُوءَةَ، وَرَأَيْتُ عِيسَى: رَجُلًا مَرْبُوعًا، مَرْبُوعَ الخَلْقِ، إِلَى الحُمْرَةِ وَالبَيَاضِ، سَبِطَ الرَّأْسِ، وَرَأَيْتُ مَالِكًا خَازِنَ النَّارِ، وَالدَّجَّالَز فِي آيَاتٍ أَرَاهُنَّ اللَّهُ إِيَّاهُ : { فَلاَ تَكُنْ فِي مِرْيَةٍ مِنْ لِقَائِهِ }

“Ketika Isra’ mi’raj, aku melihat Nabi Musa: seorang laki-laki yang kulitnya putih, sangat tinggi, rambutnya ikal, seakan-akan beliau orang yang berasal dari Syanuah. Sementara aku melihat Nabi Isa: seorang laki-laki yang tidak tinggi tidak pendek, kulitnya putih kemerahan, rambutnya ikal. Dan aku melihat Malaikat Malik penjaga api neraka dan aku juga melihat Dajjal. Didalam ayat-ayat yang Allah perlihatkan kepadaku {maka kamu jangan merasa ragu terhadap pertemuannya}”



pexels al aqsa




Baca Juga : Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1441H

 

Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah S.A.W. diperlihatkan oleh Allah ketika Isra’ Mi’raj itu Nabi Musa, Nabi Isa. Apakah diperlihatkan dalam artian yaitu dengan jasadnya sementara Nabi Musa sudah meninggal dunia dan sudah dikuburkan. Yang jelas ini adalah alam ghaib, hanya Allah yang Maha Tahu dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.


Nabi Muhammad Melihat Para Nabi Ketika Isra’ Mi’raj 

adalah bagian dari kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab الجمع بين صحيحين (Al-Jam’u Baina As-Sahihain) yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. :

      <<SUMBER

    Keistimewaan Bulan Rajab Menurut Islam

    Ummatal Islam,

    Kita berada dibulan yang mulia, bulan Rajab. Salah satu bulan yang haram. Allah Ta’ala berfirman:



    إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّـهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّـهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ


    “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya” (QS. At-Taubah[9]: 36)




    Artinya, perbuatan dzalim yang kita lakukan dibulan-bulan haram, maka dosanya dilipatgandakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka hormatilah bulan-bulan haram ini.

    Jika dahulu masyarakat Jahiliyah sebelum Islam dizaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, mereka sangat mengagungkan bulan-bulan haram karena ia adalah merupakan syariat Ibrahim ‘Alaihish Shalatu was Salam, maka ini adalah syariat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai syariat untuk kita semuanya. Ia adalah bulan Rajab, demikian pula bulan Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, dan bulan Muharram.


    Baca Juga : Keutamaan bulan sya’ban

     

    Kita berada dibulan yang mulia, bulan Rajab,

    maka kita berusaha untuk mengagungkan dan memuliakan bulan ini. Dengan cara apa? Yaitu dengan cara kita menjauhi berbagai macam kedzaliman dan dosa. Karena perbuatan dzalim dibulan ini akan dilipatgandakan dosanya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak seperti dibulan-bulan yang lainnya. Karena ia adalah bulan yang mulia.

    Para ulama berkata bahwa amalan shalih yang bertepatan dengan waktu yang mulia akan dilipatgandakan pahalanya. Demikian pula amalan keburukan, dosanya pun akan dilipatgandakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

    Mari Simak selengkapnya kajian Islam ilmiah Keistimewaan Bulan Rajab Menurut Islam yang disampaikan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. :



    <<SUMBER

    Marhaban Yaa Ramadhan

    Bulan Ramadan merupakan bulan yang paling utama bagi umat islam diseluruh dunia. Pada bulan ini umat islam berkewajiban untuk melaksanakan puasa selama satu bulan penuh.
    InsyaAlloh beberapa hari lagi kita semua akan memasuki bulan yang paling ditunggu oleh umat islam.

    Ketentuan Waktu Buka Puasa
    Secara umum jadwal berbuka puasa adalah ketika adzan magrib sudah berkumandang. Namun untuk tepatnya pukul berapa setiap hari pasti ada perbedaan, selain itu jadwal buka puasa Jakarta dengan jadwal buka puasa Surabaya memiliki selisih waktu. Meskipun selisihnya tidak banyak, namun waktu berbuka puasa antar kota di Indonesia pasti berbeda-beda.

    Ketentuan Waktu Imsakiyah
    Imsakiyah adalah batasan waktu untuk berhenti melakukan makan dan minum waktu sahur. Biasanya orang-orang banyak mengakhirkan waktu sahur, tujuannya agar tidak cepat lapar. Agar Anda tidak kebablasan melewati waktu imsak, Anda perlu tahu kira-kira jam berapa waktu imsak. Untuk beberapa daerah masjid-masjid akan memberikan pengumuman saat memasuki waktu imsak.

    Berikut Jadwal Magrib - Imsakiyah Wilayah Bandung 2020



    Namun untuk bulan puasa tahun ini sedikit berbeda karena adanya wabah pandemi virus Corona atau Covid 19. Tidak hanya di Indonesia saja, tetapi seluruh dunia juga terkena wabah Corona, semoga kita semua selalu diberikan kesehatan untuk melaksanakan puasa Ramadan 1441H dan ibadah-ibadah lainnya.


    Baca Juga : Tentang Covid-19

    Tips berpuasa selama masa pandemi Covid-19 :

    • Shalat tarawih & ibadah lainnya di rumah saja.
    • Sahur & berbuka dilakukan sendiri atau dengan keluarga inti di rumah. Hindari Sahur On the Road ataupun Bukber.
    • Tidak melakukan mudik Hari Raya Idul Fitri.

    Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1441H. Semoga Allah SWT melindungi kita semua. Amiin




    << SUMBER


    Keutamaan bulan sya’ban

    Keutamaan bulan sya’ban, dia adalah bulan yang didalamnya diangkat amal-amal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan kebiasaan Rasulullah , apabila ada bulan ataupun waktu yang didalamnya diangkat amalan kepada Allah, maka beliau senantiasa berpuasa. Termasuk didalamnya bulan Sya’ban. Bulan Sya’ban diangkat amal pertahun. Maka beliau senantiasa berpuasa pada bulan Sya’ban sebagaimana hadits yang saya sudah sebutkan tadi. Ini keutamaan bulan Sya’ban. Bulan yang amalan-amalan diangkat dihadapkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.



















    Baca Juga : Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1441H

     

    Hikmah Memperbanyak Puasa Dibulan Sya’ban


    Al-Imam Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hambali di dalam kitab beliau yang agung, yaitu kitab Lathaif Al-Ma’arif beliau menyebutkan hikmah kenapa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memperbanyak puasa dibulan Sya’ban? Kata beliau bahwa hikmah dari memperbanyak puasa dibulan Sya’ban yang mengetahui dan paling mengetahui hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan mungkin hikmahnya:
    1. Karena Rasulullah S.A.W. sangat menyukai amalannya diangkat dalam keadaan beliau sedang berpuasa.
    2. Juga hikmah yang lain mungkin merupakan latihan untuk berpuasa pada bulan Ramadhan. Sehingga nanti masuk puasa Ramadhan tidak ada kesulitan, tidak ada merasa terbebani dengan puasa Ramadhan tersebut. Akan tetapi sudah berlatih atas puasa dan sudah menjadi biasa.
    3. Ketika orang memperbanyak puasa dibulan Sya’ban, maka dia mendapatkan rasa lezat berpuasa dibulan Sya’ban. Maka ketika masuk bulan Ramadhan, dia mempunyai kekuatan dan semangat sportivitas untuk memasuki bulan Ramadhan tersebut dengan berpuasa.

    Mari Simak selengkapnya kajian Islam ilmiah Keutamaan Bulan Sya’ban Yang Terlalaikan yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc :

    <<SUMBER

    Pilihan

    Terbaru

    TABLIGH AKBAR - MAULID NABI MUHAMMAD ﷺ SAW 1448 H / 2026 M

    Sacara ringkes, eusi ieu mangrupa majelis religi nu ngagabungkeun shalawat jeung pangajian pikeun nguatkeun cinta ka Rasullullah ﷺ, semangat...

    IMAAM QU'RAN RECITATION ( Sheikh Maher Al Muayqili ByHaramain Recordings )