Live!

Istiqomah Beribadah Setelah Ramadhan

Setelah kita selesai bulan Ramadhan, kita melaksanakan puasa sebulan penuh, segera kita pun melaksanakan puasa berikutnya yaitu puasa Syawal dan amalan-amalan shalih yang lainnya. Dan ini adalah pendapat kebanyakan para ulama tafsir. Dan dua pendapat tersebut sebetulnya tidak bertentangan sama sekali. Karena orang yang mencari dunia tiada lain adalah untuk mencari kehidupan akhirat apabila ia niatkan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Seseorang yang mencari nafkah, kalau ia tujuannya adalah untuk mencari nafkah yang Allah wajibkan kepada dia, untuk menafkahi anak dan istrinya maka itu menjadi pahala di sisi allah Subhanahu wa Ta’ala. Seorang yang melakukan perbuatan yang sifatnya duniawi, apabila itu memang tujuannya karena Allah, di jalan Allah dan sesuai dengan syariat Allah, maka itu bernilai ibadah di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.



















Baca Juga : Keutamaan bulan sya’ban


Manusia, Allah ciptakan untuk ibadah. Maka kita berusaha untuk berpindah dari satu ibadah kepada ibadah berikutnya. Apabila kita telah selesai dalam ibadah mencari nafkah, kita berusaha mencari ibadah yang lainnya. Yaitu dengan berusaha banyak berdzikir kepada Allah, dengan shalat, dengan membaca Qur’an dan yang lainnya. Apabila kita telah selesai di bulan Ramadhan ini, Alhamdulillah. Dengan karunia dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, segera kita bersiap-siap menuju ibadah berikutnya. Yaitu berpuasa di bulan Syawal. Kemudian setelah Syawal, berikutnya kita akan menjelang bulan-bulan haram, Dzulhijjah, Dzulqa’dah dan Muharram. Tiga bulan haram yang sangat mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang sangat diperintahkan kita untuk banyak berbuat kebaikan di dalamnya.



Mari Simak selengkapnya penjelasan mengenai Istiqomah Beribadah Setelah Ramadhan rekaman khutbah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.:



<<SUMBER


Malam Lailatul Qadar


Salah satu permasalahan yang sangat penting adalah Lailatul Qadar, suatu malam yang merupakan impian setiap muslim untuk bisa beribadah di malam tersebut dan berusaha mendapatkan keberkahan. Malam yang Allah menyebutnya lebih baik dari seribu bulan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ، لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
 “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS Al-Qadr [97]: 1-3)

 












(Foto oleh Sindre Strøm)



Maknanya adalah barangsiapa yang beribadah di malam tersebut, baik itu shalat malam, bertilawah Al-Quran, atau ibadah yang lainnya di malam tersebut, maka ibadahnya lebih baik daripada ia beribadah selama seribu bulan yang tidak ada lailatul qadarnya. Ini merupakan karunia yang Allah berikan kepada kaum muslimin.

Baca Juga : Keutamaan bulan sya’ban


Oleh karenanya kaum muslimin senantiasa berusaha dan berlomba-lomba untuk bisa menggapainya.

Mari Simak selengkapnya penjelasan mengenai Malam Lailatul Qadar dalam rekaman kajian Mutiara Sahur bersama Ustadz Abu ‘Abdil Muhsin Firanda Andirja, M.A.:


 <<SUMBER

Nuzulul Qur’an

Bulan Ramadhan adalah bulan istimewa karena di dalamnya diturunkan Al-Qur’an kepada Rasulullah sebagai Mukjizat terbesar.  Sehingga Ramadhan juga disebut Syahrul Qur’an.
Peringatan terhadap turunnya Al Qur’an diwujudkan oleh masyarakat dalam berbagai acara di Indonesia dan umumnya peringatan Nuzulul Qur’an diadakan setiap malam ke-17 Ramadhan.

Terlepas dari itu semua yang terpenting bagi kita adalah bagaimana bisa memahami secara umum tentang proses turunnya Al-Qur’an sehingga dapat mengambil ilmu dan faedah darinya.














(Foto oleh Tayeb MEZAHDIA)


Terdapat beberapa ayat yang saling berkaitan yang menjelaskan turunnya Al-qur’an, yaitu:



شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (Al-Baqarah:185)

Ayat ini adalah dalil bahwa Al Qur’an pertama kali diturunkan di bulan Ramadhan. Sebagaimana ayat lain:


إِنَّا أَنزلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
“Sesungguhnya kami turunkan ia (Al Qur’an) di malam lailatul qadr.” (QS. Al Qadr: 1)
Juga firman Allah Ta’ala:


إِنَّا أَنزلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ
“Sesungguhnya kami turunkan ia (Al Qur’an) di malam yang penuh keberkahan” (QS. Ad Dukhan: 3)


Baca Juga : Dibalik Peristiwa Isra Mi'raj yang Jarang Kita Ketahui



Imam Ibnu Katsir memaparkan, “Allah Ta’ala memuji bulan Ramadhan diantara bulan-bulan lainnya. Yaitu dengan memilihnya sebagai bulan diturunkannya Al Qur’an Al Azhim” (Tafsir Ibnu Katsir, 1/501)

Berdasarkan ayat-ayat diatas maka tidak ada perbedaan dikalangan para ulama bahwa al-qur’an diturunkan pada malam lailatul qadr. Namun terdapat penjelasan terhadap ayat-ayat diatas karena secara zahir bertentangan dengan realitas kehidupan Rasulullah S.A.W. , dimana diturunkan Al-qur’an selama 23 tahun.

Berikut ini penjelasan Syeikh Manna Al-Qatthan dalam Kitabnya Mabahits fi Ulumil Qur’an dalam artikel berikut : Nuzulul Qur’an, Mengenal Turunnya Al-Qur’an :




<<SUMBER



Pilihan

Terbaru

Meraih Taqwa Melalui Ibadah Qurban ( Idul Adha 1445H )

                          InsyaAllah sudah masuk bulan Dzulhijjah. Dengan ditetapkannya awal Dzulhijah ini, maka Hari Raya Idul Adha 1445 H ...

IMAAM QU'RAN RECITATION ( Sheikh Maher Al Muayqili ByHaramain Recordings )